Ajak Guru Adaptif & Cakap Literasi Digital lewat Webinar TCDP

Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran pada awalnya hanyalah opsi. Namun semenjak pandemi, pembelajaran harus dilaksanakan secara daring. Para pendidik, mau tidak mau harus beradaptasi secara cepat untuk memaksimalkan pembelajaran dan penggunaan teknologi.

Djalaluddin Pane Foundation (DPF) sejak 2011 sudah mendorong para guru untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran melalui program Teacher Competency Development Program (TCDP). TCDP merupakan program yang dipersiapkan secara komprehensif. Dimulai dari seminar, pelatihan, pendampingan, kemudian disempurnakan dengan penyelenggaraan kontes media pembelajaran.

Ditahun 2021, TCDP menjadi salah satu program yang diberi kepercayaan untuk berkolaborasi dengan Kemendikbudristek melalui Program Organisasi Penggerak (POP). Untuk itu, pada hari Selasa (22/9) DPF melaksanakan Webinar Pendidikan dan Teknologi dengan mengundang  Prof. Sri Minda Murni MS (Guru Besar Universitas Negeri Medan) dan Irfana Steviano, S.Pd, M.Ed (PUSDATIN KEMENDIKBUD, Trainer Microsoft Educator dan Google Educator)

Webinar yang bertajuk Menumbuhkan Kecakapan Literasi Digital untuk Guru yang Adaptif ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta pendidik yang berasal dari lima kabupaten/kota. Lima kabupaten/kota tersebut diantaranya adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Labuhanbatu Selatan, Singkil, Simeulue dan Kota Gunung Sitoli.

Dalam Sambutannya, K.H Wahfiudin Sakam SE. MBA, selaku dewan Pembina DPF memaparkan  bahwa proyeksi pertumbuhan populasi manusia beberapa tahun mendatang melandasi lahirnya DPF. Dimana tujuan utamanya adalah untuk menumbuhkan kepemimpinan berbasis teknologi dan nurani ihsani.

“Webinar adalah pembuka dari program TCDP, ke depannya, para tim akan berkolaborasi untuk melatih para guru-guru di daerah” Ungkap Wahfiudin sembari menjelaskan pentingnya literasi digital bagi pendidik.

Sejalan dengan itu, Prof Sri Minda Murni dalam pemaparan materinya turut mendorong guru-guru agar mampu beradaptasi dengan juga mempertimbangkan personal approach atau mengenali karakter siswanya. Bergerak sinilah pendidik dapat mengawali dan mempersiapkan proses pembelajaran yang paling bisa disesuaikan.

Melengkapi materi Prof Sri Minda , Bapak Irfana Steviano memaparkan pendidikan ke depan bahkan saat ini sudah lebih bervariasi dan menyenangkan karena sudah banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk penyampaian materi.  “Bahkan saat ini sudah ada aplikasi berbasis Virtual Reality untuk bisa dimaksimalkan dalam proses pembelajaran yang ada” ujar Irfana.

Muhammad Irfan selaku penanggungjawab kegiatan webinar ini menyatakan bahwa kegiatan telah dipersiapkan sedemikian rupa untuk mendorong motivasi para guru dalam mengikuti TCDP.

“Narasumber yang kita hadirkan di webinar ini saling melengkapi satu dengan lainnya, diharapkan elaborasi dari dua materi yang ada mampu menjadi dasar para guru untuk menjadi guru yang adaptif dan cakap literasi digital,” Ujar Irfan.

Awal Oktober akan menjadi waktu pelaksanaan perdana pelatihan TCDP dan akan berlangsung sampai Desember mendatang. Akan ada 20 sekolah dan 300 Guru yang menjadi target pelatihan di 5 Kabupaten/kota di Indonesia. Dengan upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi digital yang mumpuni, para pendidik akan turut didampingi agar mampu menjadi guru yang adaptif dengan mampu mengoptimalkan teknologi pembelajaran.

Leave A Reply

Your email address will not be published.