Kurban DPF, Antar Kebaikan dari Pulau hingga Dusun Terpencil

Mengusung tema Kurban Investasi Kebajikan, Lembaga Amil Zakat Nasional Djalaluddin Pane Foundation (Laznas DPF) menyelenggarakan kurban ke daerah yang nyaris tak melaksanakan kurban. Laznas DPF menyalurkan 7 sapi, 1 kerbau, dan 17 kambing untuk 13 Desa atau Kampung di sembilan Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara pada momen 10 Dzulhijah 1442 H atau bertepatan pada hari selasa, 20 juli 2021.

Daerah tersebut dipilih Laznas DPF karena menyoroti desa atau perkampungan terpencil yang jarang mendapatkan daging kurban dengan merata. Beberapa diantara desa tersebut adalah Desa Mahala, Kabupaten Pakpak Bharat, Pulau Bais di Nias Selatan serta Desa Rura Aek Sopang di Humbang Hasundutan.

Muhammad Irfan selaku penanggung jawab program kurban DPF mengutarakan hadirnya program kurban investasi kebajikan merupakan upaya awal untuk penguatan peran DPF dibidang pemberdayaan dan menjalin lebih banyak kebaikan untuk saudara muslim di daerah yang sangat sulit dijangkau.

“Ini upaya kami Laznas DPF untuk menyentuh saudara-saudara muslim kita yang beberapa kali pernah tak menyelenggarakan kurban, jadi kami Laznas DPF sebagai jembatan antara donatur dengan penerima manfaat berupaya semaksimal mungkin untuk bisa mewujudkan tema yang kami usung, kurban investasi kebajikan”, Ucapnya.

Kurban di Pulau Bais, Nias Selatan

Pulau Bais yang terletak di Nias Selatan misalnya, dari Bandara Lasondre Pulau Tello, Nias Selatan, membutuhkan waktu 7 jam untuk bisa sampai di Pulau Bais menggunakan transportasi kapal nelayan. Penduduknya yang didominasi oleh suku Minang ini bertahun-tahun sudah tidak lagi bisa merasakan daging Kurban, tahun ini mereka bisa menyaksikan pemotongan hewan kurban, kemudian mendapatkan dagingnya. Pulau Bais sendiri memiliki dua desa yakni, Desa Bais dan Bais Baru. Di pulau ini layanan listrik belum tersalurkan dan juga akses pendidikan hanya sampai tingkat dasar. Untuk anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan mau tidak mau harus ke pulau lain atau ke pusat Kecamatan yaitu di Labuan Hiu.

Abdi, tim penyalur Kurban DPF mengungkapkan kerinduan masyarakat Pulau Bais untuk merasakan daging kurban karena kesanggupan ekonomi warga setempat yang tergolong menengah ke bawah.

“Di Pulai Bais jarang melakukan pemotongan hewan kurban kalau Idul Adha, karena akses dari kota ke Pulau Bais begitu jauh dan hanya menggunakan kapal nelayan. Begitu saya sampai sini, dan menyerahkan amanah kurban dari DPF, warga setempat sangat bergembira dan bersyukur karena tahun ini mereka dikasih kesempatan untuk menyaksikan langsung prosesi kurban dan tentunya bahagia mendapatkan daging kurban,” ujar Abdi

Kurban di Dusun Tolping, Humbang Hasundutan

Dusun Tolping terletak di Desa Rura Aek Sopang, Kabupaten Humbang Hasundutan. Jarak dari dusun ini ke Kota Dolok Sanggul sekitar 48 Km.

Juliandi selaku tim penyaluran kurban Laznas DPF yang menyalurkan 2 sapi ke Dusun Tolping mengatakan bahwa masyarakat Islam dusun Tolping sudah sepatutnya mendapatkan perhatian lebih karena jarang merasakan kemeriahan hari Idul Adha.

“Saya selaku tim penyalur yang ditugaskan kemari merasa bersalah begitu melihat saudara-saudara muslim kita di sini. Ada sekitar 50 Kepala Keluarga beragama Islam, tapi hanya mendapatkan hewan kurban 1 kambing saja, alhasil mereka berinisiatif membuat acara makan bersama dengan membawa nasi masing-masing dengan lauk 1 kambing tadi, kedepannya umat muslim yang bernasib seperti ini harus kita kasih perhatian lebih” Ujarnya

Juliandi juga mengatakan bahwa kendala di Dusun Tolping ini adalah tidak adanya sumber air di Masjid, sehingga para jamaah terpaksa mengambil wudhu’ dari rumah masing-masing untuk melakukan sholat Idul Adha.

“Ya disini kalau kemarau orang-orang pada ngambil wudhu’ di rumah, karena sumber air di mesjid ini hanya mengharapkan air hujan. Jamaah menyambungkan talang ke bak kamar mandi untuk mendapatkan air sebagai sarana beribadah” Sambungnya

Diskusi Wakil Bupati Pakpak Bharat dengan Tim Penyaluran Kurban Pakpak Bharat

Terpisah, persoalan kekeringan juga menimpa masyarakat di Kampung Kuta Delleng Pakpak Bharat karena sumber air terhambat. Hal ini secara langsung akan mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat karena sebagian besar pencaharian mereka adalah berladang, “Harapan masyarakat di sini sangat besar untuk adanya program pendampingan pada sektor pertanian, sehingga masyarakat bisa lebih berdaya” Ujar Muhammad Irfan.

Selaras dengan pernyataan Irfan, Wakil Bupati Pakpak Bharat Muthsyuhito Solin, menyampaikan harapan besar kolaborasi dengan Laznas DPF terkait pemberdayaan masyarakat di Kuta Delleng dan Desa Mahala Pakpak Bharat.

“Kolaborasi ini sangat dibutuhkan karena memang Pakpak Bharat tidak bisa berjalan membangun daerah ini sendirian. Terlebih memang 90 % masyarakat Pakpak Bharat memenuhi kehidupan sehari-seharinya dengan berladang dan petani, kami sadari penting sekali kolaborasi dalam membangun daerah ini” Ucap Solin.

Hal ini sejalan dengan arah strategis posisi Laznas DPF dimana  program yang monumental harus mampu melahirkan program-program lainnya. Seperti yang diungkapkan oleh CEO Laznas DPF, Ardian Ramadani Pulungan.

“Sesuai dengan arah gerak lembaga ini yaitu menjadi Mata Air Kebajikan, Laznas DPF hadir untuk mengupayakan program-program yang kuat dan berkelanjutan. Kita ingin memaksimalkan program-program pemberdayaan kedepan yang terukur. Harapan kita setidaknya mampu melahirkan pemberdayaan yang memandirikan mustahik atau mereka para dhuafa yang akan menjadi penerima manfaat, “ Ungkap CEO Laznas DPF.

Terkahir, Muhammad Irfan mengatakan bahwa Qurban Investasi Kebajikan ini tentu hanyalah awal yang diniatkan sebagai penjalin kolaborasi, silaturrahmi, sekaligus melihat langsung kondisi masyarakat agar harapan mereka bisa lebih didengar.  Kelak, melalui investasi yang telah ditanam melalui kurban ini, maka kebaikan dapat bersambung hingga masyarakat dapat terus berdaya secara mandiri.

Leave A Reply

Your email address will not be published.