Tabligh Akbar dan Tradisi Banjar dalam Memperingati Maulid Nabi

Berlokasi di Dusun Slipit Desa Mangga Kecamatan Stabat, Laznas DPF turut hadir dan mendukung tradisi Maulid Nabi yang sudah turun-menurun dilaksanakan di Dusun Slipit. Setelah setahun lebih absen karena pandemi, kini tradisi yang berasal dari suku Banjar ini kembali dapat dihidupkan kembali.

Dalam rangkaian kegiatan ini, Laznas DPF turut hadir bersama K.H. Wahfiudin Sakam (selaku Dewan Pengawas Syariah DPF) untuk memberikan literasi dan Tabligh Akbar untuk mengkaji teladan Nabi Muhammad SAW, Minggu (31/10).

Tabligh Akbar dilaksanakan dalam suasana kekeluargaan dan budaya kolektif yang kuat. Meskipun suasana hujan, jamaah yang hadir untuk mengikuti Tabligh Akbar tetap menyemut dan memenuhi Masjid Al-Huda di Dusun Slipit.

Tradisi Maulid Nabi yang penuh dengan tradisi kolektif ini dirasakan melalui semangat tiap ibu rumah tangga melaksanakan masak besar. Tiap rumah di dusun ini mengundang minimal 30 tamu undangan untuk silaturrahmi sekaligus merayakan maulid nabi.

Melalui Tabligh Akbar, K.H. Wahfiudin Sakam menyampaikan kajian mendalam terkait teladan nabi. Beliau juga menjelaskan pentingnya suri tauladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari, “Dalam mendidik dan mengajar, anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat,” ujarnya di hadapan 1.700 jamaah di Masjid Al-Huda. Ia menambahkan pentingnya memberi contoh yang baik, baik itu sebagai orang tua maupun pemimpin, sehingga ucapan lisan saja belum cukup tanpa contoh teladan yang diaplikasikan sehari-hari.

Salah satu tradisi khas Banjar yang juga dilaksanakan untuk merayakan Maulid Nabi di Dusun Slipit adalah adalah Baayun Mulud. Tradisi yang dibawa turun-temurun dari Banjar (Kalimantan Selatan) ini dilaksanakan sehari sebelum Tabligh Akbar, Sabtu (30/10). Ada 64 anak yang diikutkan dalam Baayun Mulud tahun ini. Suasana kolektif yang setahun lebih dirindukan kembali hidup dan disambut antusias tinggi oleh seluruh warga.

Leave A Reply

Your email address will not be published.