Wakaf Berpotensi Besar Tapi Kurang Sosialisasi

Tak ada yang menyangsikan potensi wakaf di Indonesia. Sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, wakaf bisa jadi penopang kekuatan ekonomi umat yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Lihat saja potensi wakaf tanah di Indonesia mencapai 2000 triliun sementara wakaf uang bisa mencapai 77 triliun per tahun. Terlebih berdasarkan World Giving Index pada Oktober 2018, Indonesia adalah negara paling dermawan di dunia.

Hanya saja narasi wakaf masih belum booming di Indonesia. Ini terbukti dengan masih rendahnya pemahaman masyarakat terkait wakaf berdasarkan Indeks Literasi Wakaf tahun 2020 yang dilakukan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI), Pusat Kajian Startegis BAZNAS & Direktorat Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia.

Terkait rendahnya literasi wakaf di tengah masyarakat, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), Muhammad Nuh menginginkan sosialisasi wakaf terus digencarkan secara terus menerus.

Mantan Menteri Pendidikan itu menilai setidaknya sosialisasi wakaf bisa dilakukan dengan tiga acara. Pertama sosialisasi melalui pendidikan.

Menurutnya, pendidikan adalah cara yang mudah untuk melakukan sosialisasi. Wakaf bisa diajarkan dalam setiap jenjang pendidikan, misalnya dalam materi pelajaran.

Bahkan, kata Nuh, wakaf bisa dikenalkan dan dipraktekkan sejak usia SD. Misalnya lewat wakaf setiap hari Jum’at di Sekolah. “Yang paling mudah lewat pendidikan. Jadi, harus ada pokok bahasan wakaf dalam pelajaran agama,” imbuhnya.

Cara yang kedua ialah dengan menggunakan media publik. Baik itu offline seperti media cetak terlebih media online yang mudah diakses dan sudah menjadi sumber informasi zaman now.

Media publik menurut mantan rektor ITS itu memiliki peran yang tak kalah penting dalam mengedukasi masyarakat terkait wakaf.

Yang ketiga ialah melalui kebijakan. Jika wakaf ini bisa diaplikasikan secara terstruktur dan sistemik oleh setiap pemangku kebijakan tentu akan luar biasa sekali dampaknya.

Hasil wakaf tersebut misalnya bisa dibelikan sukuk yang kemudian digunakan untuk kegiatan produktif yang sesuai syariah. Yang manfaatnya kemudian disalurkan untuk kesejahteraan masyarakat dan mengatasi problem lainnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.